Kunjungan Kerja Menteri Pertanian Dan Kepala Badan Karantina Pertanian Di Kabupaten Bandung

Kunjungan Kerja Menteri Pertanian Dan Kepala Badan Karantina Pertanian Di Kabupaten Bandung

Pada tanggal 5 Agustus 2017, Kepala Karantina Bandung, Ir. Iyus Hidayat, MP mendampingi Kepala Badan Karantina, Ir. Banun Harpini, M.Sc dan Menteri Pertanian, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman,M.P melakukan kunker ke Kabupaten Bandung, tepatnya di Kampung Satam, Desa Sumbersari, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Kegiatan dilaksanakan dalam rangka panen raya padi dan penyerahan bantuan alsintan dan Asuransi Usaha Tani Pertanian (AUTP) untuk para petani.
Dalam Panen Raya ini, Mentan memberikan bantuan alsintan kepada 11 Gapoktan di Desa Sumbersari Kab. Bandung berupa 10 unit traktor roda 4, 5 unit traktor roda 2, 18 unit pompa air, 6 unit power treser dan 9 unit cultivator.

Kegiatan ini dihadiri undangan dari instansi terkait, antara lain, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (yang mewakili), Ketua Umum DPP PKB serta anggotanya, anggota DPR, Badan Bulog, PT. Pertani, PT.Pupuk Kujang, Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat, Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, PPL, POPT, dan lain-lain.
Mentan berkomitmen tegas akan meningkatkan pengawasan dan memperbaiki regulasi demi pertanian yang lebih baik.
Mentan menyatakan bahwa saat ini kebijakan pencabutan subsidi benih dilakukan untuk kebaikan petani. Tahun 2015 dilaporkan bahwa hanya 5% subsidi benih yang terserap, sehingga petani yang menikmati hanya sekitar 2% saja.

“Kami cabut subsidi benih 1 triliun, diganti menjadi pembagian benih unggul gratis yang diberikan secara langsung seperti benih padi, cabai, jagung kepada seluruh petani di Indonesia,”
Melalui perubahan kebijakan tersebut Mentan menjelaskan bahwa hingga saat ini tidak ada impor jagung. Pada tahun sebelumnya setiap bulan Agustus impor jagung sebesar 2 juta ton. “Ini merupakan kerja sama semua pihak, kita sepakat kalo negeri ini tidak butuh, jangan impor, kasihan petani, ” tegas Mentan.
Mentan juga menegaskan bahwa setiap kebijakan yang dikeluarkan Kementan adalah untuk melindungi petani. Kepentingan Kementan adalah bagaimana petani bisa mendapatkan keuntungan, sehingga apabila petani untung maka petani tidak butuh APBN lagi.

“Kami minta hasil produksi dibeli semahal-mahalnya dari petani, tetapi dijual semurah-murahnya untuk konsumen,” kata Mentan.
Selain itu, pada saat wawancara dengan sejumlah wartawan, Mentan menegaskan bahwa musim panen pada bulan April-September memiliki kualitas yang sangat bagus. “Kondisi ini perlu kita pertahankan agar di bulan kemarau ini tidak terjadi paceklik pada bulan November, Desember dan Januari. Strateginya dengan mengoptimalkan tanam kembali,” jelas Mentan.
Kunjungan Kerja Menteri Pertanian Dan Kepala Badan Karantina Pertanian Di Kabupaten Bandung
Kunjungan Kerja Menteri Pertanian Dan Kepala Badan Karantina Pertanian Di Kabupaten Bandung
Kunjungan Kerja Menteri Pertanian Dan Kepala Badan Karantina Pertanian Di Kabupaten Bandung
Kunjungan Kerja Menteri Pertanian Dan Kepala Badan Karantina Pertanian Di Kabupaten Bandung
Kunjungan Kerja Menteri Pertanian Dan Kepala Badan Karantina Pertanian Di Kabupaten Bandung
Kunjungan Kerja Menteri Pertanian Dan Kepala Badan Karantina Pertanian Di Kabupaten Bandung

Mentan mengakhiri kunjungan kerjanya dengan menghadiri kegiatan Temu Petani Muda yg diadakan oleh Gempita (Gerakan Pemuda Tani) Propinsi Jawa Barat di Desa Citaman, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung. Dalam sambutannya Mentan mengajak kepada seluruh pemuda untuk ikut berperan aktif di sektor pertanian, “saatnya rebut kesejahteraan dari bertani” seru Mentan.

Kunjungan Kerja Menteri Pertanian Dan Kepala Badan Karantina Pertanian Di Kabupaten Bandung

Kunjungan Kerja Menteri Pertanian Dan Kepala Badan Karantina Pertanian Di Kabupaten Bandung

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*