Membajak Sawah Dengan Kerbau dan Alsintan Sebagai Penentu Swasembada Pangan

kerbau

Kabupaten Bandung – Mengemburkan sawah zaman di modern sudah banyak yang menggunakan tenaga mesin/alsintan sehingga hasil membajaknya lebih cepat. Meski demikian, belum tentu setiap daerah dapat menggunakan alsintan (mesin traktor) dalam mengemburkan sawahnya, hal ini karena ada lahan yang terdapat di daerah sempit sehingga harus menggnakan hewan yang dikendalikan petaninya. Seperti halnya di Desa Margaasih Cicalengka, Kabupaten Bandung banyak warga petaninya yang masih memanfaatkan kerbau untuk menggarap sawah.

Dalam menunjang swasembada pangan, kerbau dan alat mesin pertanian (alsintan) menjadi sarana penunjang. Alsintan dibutuhkan disetiap kegiatan peranian sejak kegiatan dari hulu sampai hilir. Namun dengan makin terbatasnya luasan lahan pangan di Jawa Barat lebih diarahkan juga penggunaan kerbau sebagai sarana penunjang swasembada pangan.

Dua (2) tenaga bajak yakni traktor sebagai alsintan dan hewan (kerbau) memiliki kelebihan masing-masing, namun untuk kerbau atau sapi lebih terlihat original sehingga saat masuk dunia modern yang pada alih ke mesin kerbau justru menarik perhatian Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman saat sedang mencoba hewan kerbau untuk membajak sawah. (hsj)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*